Minggu, 06 Januari 2019

Tugas Ujian Akhir Perilaku Organisasi



               


PERILAKU ORGANISASI
Dosen Pengampu: Syahrul S.Pd.I, M.Pd,



Ulasan ini disusun untuk menyelesaikan salah satu tugas final mata kuliah Perilaku Organisasi


Oleh:
Rizmi Rahmawati: 17010103018



FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2019




W. Jack Duncan dalam buku Organizational Behavior mengatakan bahwa perilaku organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Ia meliputi aspek yang ditimbulkan dari pengaruh organisasi terhadap manusia demikian pula aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi. Tujuan praktis dari penelaahan studi ini adalah untuk mendeterminasi bagaimana perilaku manusia itu mempengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi.
      Robert Presthus dalam bukunya The Organizational Society, beliau mengatakan bahwa perilaku organisasi hakikatnya mendasarkan pada ilmu perilaku itu sendiri yang dikembangkan dengan pusat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam suatu organisasi. Kerangka dasar bidang pengetahuan ini didukung paling sedikit dua komponen, yakni individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu. Ciri dari manusia yang bermasyarakat yakni senantiasa ditandai dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi. Hal ini berarti manusia tidak bisa melepaskan dirinya dari kegiatan berorganisasi.
    Dari ungkapan-ungkapan para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa organisasi sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia, sebab hampir semua kegiatan manusia dalam kehidupannya harus berhubungan dengan manusia lainnya. Tidak hanya itu, jika dilihat dari segi sosiologi manusia sering dikatakan sebagai makhluk sosial yang berhubungan timbal balik dengan manusia lainnya. Jadi, manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri karena hampir semua kegiatannya membutuhkan orang lain.
        Manusia adalah pendukung utama setiap organisasi apa pun bentuknya. Perilaku manusia yang berbeda dalam suatu kelompok atau organisasi adalah awal dari perilaku organisasi itu sendiri. Hal ini menyebabkan persoalan-persoalan manusia semakin hari semakin berkembang sehingga menyebabkan persoalan atau permasalahan pada perilaku organisasi semakin berkembang pula.
          Permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam perilaku organisasi diantaranya yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja dalam suatu perguruan tinggi seorang Rektor telah habis masa jabatannya kemudian pemilihan ulang dan digantikan oleh Rektor yang baru, Rektor tersebut berasal dari universitas lain. Rektor tersebut jarang bergaul dan bertegur sapa dengan orang-orang dalam universitas tersebut. Warga kampus banyak yang tidak menyukai karakternya. Jika dilihat dari segi karakter, setiap individu memang meiliki karakter yang berbeda-beda. Namun, apabila dalam suatu lembaga atau organisasi pemimpinnya berkarakter seperti itu, jarang berinteraksi dengan bawahan serta pengikut-pengikutnya, maka tidak akan berjalan dengan baik suatu tujuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Sebab dalam suatu organisasi pengikut atau anggotanya akan baik apabila pemimpinnya juga baik dalam hal memotivasi, dan lain-lain yang dapat menjalin hubungan atau pendekatan yang baik dengan anggotanya. Seperti yang dikatakan oleh Joe Kelly dalam buku Organizational Behavior bahwa perilaku organisasi dapat dirumuskan sebagai suatu sistem studi dari sifat organisasi seperti misalnya: bagaimana organisasi dimulai, tumbuh, dan berkembang, dan bagaimana pengaruhnya terhadap anggota-anggota sebegai individu, kelompok-kelompok pemilih, organisasi-organisasi lainnya, dan institusi-institusi yang lebih besar. Disini diliat bahwa perilaku organisasi di dalamnya terdapat interaksi dan hubungan antara organisasi baik dalam organisasi disatu pihak atau pun pada organisasi lain. intinya adalah harus menjalin interaksi yang baik terhadap sesama atau anggota organisasi. Terutama pemimpin yang harus pro aktif dalam memotivasi, memberi nasehat, saran, serta transparan terhadap anggotanya agar anggotanya juga semangat dalam bekerja sama dan menjalankan tugasnya masing-masing. Sebab pemimpin yang baik akan melahirkan anggota-anggota yang baik pula. Jadi, peran pemimpin sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dalam suatu organisasi. 
      Begitu juga dengan pemimpin atau oknum dalam suatu organisasi yang memiliki sifat KKN (korupsi kolusi dan nepotisme), sebab seseorang yang meiliki sifat seperti itu hanya akan mementingkan kepentingan pribadi, bahkan keluarganya sendiri sehingga jika ada beasiswa dalam universitas misalnya, maka oknum tersebut hanya akan mengutamakan keluarganya yang mendapatkan beasiswa tersebut. Sedangkan organisasi, merupakan kelompok atau sekumpulan orang dalam suatu wadah yang memiliki tujuan bersama, sehingga tidak seharusnya bertindak atas keinginan pribadi. Namun, dalam hal ini masih banyak yang tidak peduli dengan permasalahan tersebut. Bahkan permasalahan tersebut dianggap biasa, yang seharusnya mendapatkan bantuan malah tidak mendapatkan apa pun.
      Kesuksesan sebuah organisasi sangat bergantung pada anggota organisasi yang ada di dalamnya. Jika anggota organisasi mampu bekerjasama, saling menghargai dan memiliki loyalitas yang tinggi maka akan cukup mudah dalam mencapai tujuan organisasi. Loyalitas merupakan salah satu isu yang tidak pernah sepi untuk diperbincangkan dalam dunia organisasi, kesetiaan dan komitmen yang dimiliki setiap anggota organisasi sangat berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Tidak jarang dalam sebuah organisasi kita menemukan orang-orang yang  memiliki loyalitas rendah atau bahkan tidak memilikinya, dan seringkali kita terganganggu dengan kondisi tersebut.
     Jika dihadapkan pada masalah kurangnya loyalitas dari anggota organisasi maka jawabannya adalah kembali lagi pada kesadaran diri sendiri. Sementara jika anggota tersebut memiliki kesadaran diri atas tujuannya masuk ke dalam sebuah organisasi maka seharusnya mereka memiliki loyalitas terhadap organisasi yang diikutinya.   Loyalitas adalah sikap komitmen dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh organiasasi terhadap seseorang dan bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya demi terwujudnya tujuan organiasi. Sehingga selain kesadaran diri dan motivasi pribadi perlu juga strategi untuk meningkatkan loyalitas anggota organisasi.
       Permasalahan tersebut mengajarkan kepada kita agar senantiasa berbaur dengan orang-orang disekitar kita sebagai makhluk yang senantiasa berorganisasi dalam kehidupan agar hubungan dengan sesama lebih dekat sehingga ketika membutuhkan sesuatu atau bantuan dapat dengan mudah diperoleh. Hal ini kembali lagi pada pengertian manusia dalam ilmu sosiologi bahwa manusia adalah makhluk sosial yang memiliki timbal balik dengan manusia lainnya. Ini berarti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain. Oleh karena itu, salah satu  ilmuan yang bernama Amitai Etzioni mengatakan dalam bukunya yang berjudul Modern Organizations bahwa manusia hidup dilahirkan dalam organisasi, dididik dalam organisasi, dan hampir dari semua manusia mempergunakan waktu hidupnya bekerja untuk organisasi. Waktu senggangnya dipergunakan untuk bermain-manin, berdoa, didalam organisasi. Demikian pula manusia akan meninggal di dalam suatu organisasi dan ketika sampai ke tempat pemakaman, organisasi masih tetap memegang peranan. Dalam berorganisasi termasuk juga tingkah laku atau perilaku berorganisasi yang baik. Sebab, individu yang berperilaku baik, dan bersifat terbuka sudah pasti dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik dan terbuka terhadap sesama anggota organisasi lainnya sehingga tujuan dalam suatu organisasi dapat tercapai. Sehingga kecil kemungkinan akan terjadi yang namanya korupsi apabila semuanya hal yang termasuk dalam pendanaan bersifat terbuka dan transparan. Oleh karena itu, interaksi dan komunikasi yang baik sangat mempengaruhi dalam suatu organisasi atau lembaga. Dalam praktik organisasi, komunikasi yang efektif merupakan persyaratan terbinanya kerja sama yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Walaupun demikian, komunikasi akan tetap merupakan persoalan yang besar yang harus dihadapi oleh setiap organisasi. Komunikasi kerapkali dipergunakan sebagai alasan terjadinya setiap persoalan di dunia ini. Sebagaimana dikatakan oleh Hicks dan Gullet:
    Perhaps it is true, as some one has suggested, that the heart of all the worlds problems at least men with each others is mans inability to communicate as well as he think he is communicating.
    (Barangkali adalah benar yang telah disarankan seseorang, bahwa jantung persoalan-persoalan di dunia ini adalah sedikitnya karena ketidakmampuan manusia untuk berkomunikasi dengan lainnya sebaik yang ia pikirkan dalam berkomunikasi).

Referensi:
Thoha, Miftah; Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
http://bacaekon.com/tidak-cukup-hanya-dengan-kesadaran-diri-untuk-meningkatkan-loyalitas-dalam-organisasi/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Ujian Akhir Perilaku Organisasi

                PERILAKU ORGANISASI Dosen Pengampu: Syahrul S.Pd.I, M.Pd, Ulasan ini disusun untuk menyelesaikan salah sat...